|
Mutiara di Balik Keselamatan
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai anak-anak Allah yang Maha Tinggi, sebagian orang Kristen masih sering kali mengabaikan hal-hal yang terpenting dalam hidupnya. Hanya sepintas lalu saja dalam memahami dan menerima Kasih Karunia yang Tuhan anugerahkan. Akibatnya, mereka kurang dapat mensyukuri atas apa yang telah mereka terima, dan menganggap biasa atas sesuatu yang sesungguhnya luar biasa. Menganggap kecil, atas sesuatu yang sesungguhnya merupakan hal yang besar. Dan menganggap kurang berharga, atas sesuatu yang sesungguhnya sangat berharga dalam hidup mereka.
Demikianlah halnya dengan anugerah keselamatan. Mereka tidak akan memandang hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga, jika mereka tidak mengerti seberapa besar nilai-nilai yang ada di balik keselamatan tersebut. Itulah yang membuat kehidupan seseorang tidak mengalami perobahan atau terobosan yang sangat berarti dalam hidupnya, sekalipun ia telah menerima anugerah keselamatan. Hal itu dapat kita lihat akan adanya angka konversi religius atau perpindahan agama yang semakin marak akhir-akhir ini, baik di kalangan selebritis, maupun orang-orang awam yang pada dasarnya adalah Kristen
Mengapa hal tersebut dapat terjadi saudara? Hal itu didasari karena kurangnya pemahaman akan arti penting di balik anugerah terbesar dalam hidup manusia ini. Lalu apa yang Alkitab katakan dalam hal ini?
Marilah kita sama-sama buka kebenaran firman Tuhan, dalam Matius 13:44-46.
"Hal kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Dalam perikop tersebut di atas, memberikan gambaran dengan sangat jelas bagi kita, bahwa apabila seseorang mengerti akan besarnya nilai dari sebuah harta terpendam, atau sebuah mutiara yang indah, ia akan merelakan menjual seluruh harta kepunyaannya yang selama ini ia punya, untuk dapat membeli dan memiliki harta terpendam, atau mutiara yang indah tersebut. Dengan kata lain, harta yang selama ini ia miliki, tidaklah memiliki arti apa-apa atau tidak sebanding dengan mutiara tersebut.
Demikianlah halnya dengan keselamatan. Anugerah ini memiliki kekuatan yang sangat penting bagi manusia untuk menemukan titik balik dalam hidupnya, sehingga dia mengalami perubahan yang bukan hanya berdampak pada dunia saat ini saja, akan tetapi juga berdampak pada dunia yang akan datang, yaitu: membawanya pada suatu hidup yang sejati dan kekal. Karena Allah tidak menghendaki setiap orang yang percaya kepada Yesus mengalami kebinasaan (Yohanes 3:1-21).
Titik persoalan dari anugerah Keselamatan sebenarnya adalah kebutuhan. Dan untuk menyadari akan arti penting keselamatan bagi hidup manusia, orang harus mengerti akan kebutuhan terpenting dalam hidupnya. Dengan mengetahui kebutuhan akan keselamatan, berarti dia mengetahui tentang keadaan dirinya. Kita dapat melihat, bahwa ada dua sisi yang membuat suatu jarak di sini. Di satu sisi adalah Allah, di sisi lain adalah manusia.
Mengetahui keberadaan diri adalah hal yang penting. Supaya kita tahu sikap toleransi, sikap iman kita, sehingga kita dapat menempatkan diri. Oleh karena itu, bila manusia menyadari keberadaan dirinya sebagai manusia berdosa, maka dia membutuhkan Allah yang dapat menyelamatkannya. Dan untuk datang kepada Allah yang menyelamatkan dirinya itu hanya ada satu jalan, yaitu: jalan yang diberikan oleh Allah sendiri. Sikap inilah yang harus diambil, bahwa hanya ada satu jalan yaitu: Yesus. Karena Dia-lah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun akan datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia (Kisah Para Rasul 4:12).
Pernyataan ini adalah mutlak! Dunia boleh mengatakan banyak jalan menuju Roma, banyak cara mencapai Sorga, bahkan nabi juga boleh banyak, agama boleh banyak, tetapi Alkitab dengan tegas mengatakan Yesus-lah jalan, kebenaran dan hidup. Dialah satu-satunya jalan untuk orang datang kepada Bapa. Dialah satu-satunya jalan keselamatan.
Beberapa hal yang harus anak-anak Tuhan ketahui, yakni ketika mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Secara otomatis mereka juga memperoleh bagian-bagian dalam berkat ilahi yang berhak mereka terima, di balik anugerah Keselamatan yang Tuhan berikan tersebut. Karena dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya, dengan jalan percaya dalam hati, dan mengaku dengan lidahnya, mereka berhak beroleh bagian di dalam sifat Ilahi yang antara lain:
1. Namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan. Suatu kitab yang menentukan hidup kita pada masa yang akan datang. Jika tetap setia sampai akhir, nama kita tidak akan dihapus. Hal itu dapat kita lihat dalam Wahyu 3:5, tetapi orang-orang yang tidak tertulis, akan mengalami kebinasaan (Wahyu 20:15).
2. Terlepas dari maut. Satu hal yang perlu kita tahu bahwa upah dosa adalah maut. Namun ayat ini menegaskan bahwa ketika kita hidup di dalam Tuhan, maut sudah tidak berkuasa lagi atas kita, karena kita sudah berpindah dari dalam maut, ke dalam hidup (I Yohanes 3:14, 19).
3. Mendapat bagian di dalam sifat Ilahi. Sebagaimana dalam I Petrus 1:4, yaitu: suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat layu, yang tersimpan di Sorga.
4. Menerima janji-janji Tuhan. Supaya kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi (II Petrus 1:4) yang harus kita pelihara sebagaimana tertulis dalam II Korintus 7:1 dari segala pencemaran jasmani dan rohani.
5. Dan yang tidak kalah penting adalah: mereka juga mendapat warisan dari Tuhan. Kisah Para Rasul 20:32; 26:18.
Lima bagian di dalam sifat Ilahi yang diterima oleh orang-orang percaya tersebut hanyalah sebagian dari harta yang ada di balik Anugerah Keselamatan. Namun jika kita mau meninjau lebih jauh lagi dari sudut pandang Soteriology, kita akan terbelalak dan takjub akan begitu besarnya anugerah yang kita terima. Tidak ada alasan lagi bagi kita selain memuliakan dan mengagungkan nama Tuhan di atas segala-galanya, untuk kasih karunia yang Dia berikan.
Konsep keselamatan ini merupakan suatu pengalaman rohani yang diekspresikan Allah dalam firman-Nya dengan sekurang-kurangnya 12 simbol atau ungkapan. Yang menarik, kedua belas simbol tersebut tidak saling mengungguli dan tidak saling meniadakan. Karena semuanya itu bagaikan sebuah batu berlian yang sangat bernilai dengan dua belas sisi di dalamnya. Kedua belas sisi Keselamatan tersebut adalah :
1. Pilihan (Election). Dari sisi ini, kita akan melihat bahwa kita adalah umat pilihan Allah. Pilihan ini semata-mata hanya berdasarkan kemurahan Allah. Orang-orang pilihan ini akan menerima kuasa kebangkitkan pada akhir jaman (Yohanes 6:44).
2. Pengganti (Subtitution). Definisi konsep pengganti ini adalah kematian Kristus menggantikan orang berdosa. Yesus memberikan nyawanya bagi tebusan banyak orang (Markus 10:45).
3. Penebusan (Redemtion). Tebusan tersebut dilakukan dengan darah Yesus.
4. Pemuasan (Propitiation). Hal yang paling utama di sini ialah bahwa kebenaran Kristus menutupi kecemaran manusia. Kematian Kristus telah memuaskan hati Allah dan menyebabkan Ia menerima orang percaya ke dalam keluarga-Nya.
5. Perpalingan (Conversion). Yang merupakan suatu titik balik atau perubahan rohani yang fundamental dari orang berdosa kepada Kristus.
6. Kelahiran Baru (Regeneration). Pada hakekatnya semua manusia, telah mati dalam kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya. Penyelesaian masalah ini haruslah penanaman kehidupan ilahi atau kelahiran rohani yang berasal dari atas, hakekat dirinya menjadi sesuai dengan hakekat Allah dari sorga. Dan kita menjadi ciptaan yang baru ( II Korintus 5:17).
7. Pendamaian (Reconciliation). Oleh pengorbanan Kristus kita memperoleh pendamaian, atau diperdamaikan dengan Allah. (Roma 5:10-11).
8. Pembenaran (Justification). Inilah azas legalitas dalam kerajaan Allah. orang-orang percaya dinyatakan secara resmi oleh Allah, sebagai orang benar dan mempunyai hak legal dalam kerajaan Allah.
9. Pengangkatan (Adoption). Dalam kasih, Tuhan telah menentukan orang-orang percaya yang oleh karena Kristus diangkat menjadi anak-anak-Nya (Efesus 1:5).
10.Kesatuan dengan Kristus (Unification). Kita disatukan dengan Kristus. Kesatuan orang percaya dengan Kristus ini bersifat hakiki.
11.Penyucian (Sanctification). Melalui penebusan-Nya kita disucikan atau dikuduskan.
12.Pemulihan (Glorification). Dalam waktu sekejab, kelak kita akan diubahkan untuk menerima tubuh kemuliaan menurut kuasa-Nya (Filipi 3:21-22).
Sifat koheren yang ada di antara tema-tema keselamatan menyebabkan tiap tema itu tak dapat dibenarkan diperlakukan secara mandiri. Karena seluruh ungkapan tersebut merupakan satu pengalaman yang ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda.
Setidaknya ada empat sudut pandang yang berbeda, yang merupakan satu pengalaman yang dinamakan Keselamatan (Salvation). Keseluruhan konsep tersebut merupakan sebuah batu berlian dengan dua belas sisi dan bernilai abadi, yakni di kekekalan masa lampau, di masa kini, dan di kekekalan masa datang.
Kedua belas simbol sebagai ungkapan dari istilah Alkitab tersebut, minimal dapat dilihat dari empat sudut pandang. Yaitu dari sudut pandang peranan Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, serta manusia. Satu kesimpulan yang dapat kita tarik, bahwa kasih Tuhan itu sungguh luar biasa dalam hidup kita, kasih Tuhan itu sungguh besar atas kita. Itulah kasih yang tak bersyarat (Agape). "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).
|